Jika Unsurnya Mencapi 400-700 PPN, Amonia Bisa Meledak di Udara

Dr Zulkhair Ali: Memang Digunakan untuk Produk Kimia

PALEMBANG, BuanaSumselNews.com –  Mengisap unsur amonia dalam jangka panjang sangat berdampak buruk bagi pernapasan. Pada hidung akan terjadi iritasi yang mengakibatkan penyakit bronchitis. Kandungan amonia bebas  memang berbahaya, karena bisa menjadi racun atau toksid.

Terkait unsur amonia yang tersebar dari cerbong asap PT Pusri,  Dr dr H Zulkhair Ali SpPD K, mengatakan  kadar 50 part per million (ppn) sangat relatif untuk membahayakan kesehatan manusia. Yang paling penting, kata Zulkhair, keseimbangan unsur amonia yang lepas dari cerobong pabrik PT Pusri memang harus terkontrol.

“Kadar 50 part per million memang relative membahayakan jiwa manusia. Namun relatifitasnya membutuhkan kontrol dari ahli yang mengawal penggunaan unsur senyawa amonia di pabrik. Ada manusia yang tahan dengan kadar seperti itu. Namun sebaliknya, ketida ada manusia yang daya tahan tubuhnya rentan, ia akan sesak napas dan bisa pingsan. Bahkan bisa mengalami kematian,” ujar Zulkhair.

Menurut dokter yang juga penyair Sumsel itu, zat amonia atau unsur NH3 adalah gas yang tidak berwarna dan berbau tajam. Amonia sangat larut dalam air terdiri. Di dalamnya  trkandung nitrogen dan hidorgen.  Secara komersial, sebagai senyawa yang stabil, amonia berfungsi sebagai bahan awal untuk produksi.

Menurut ketentuan, ammonia dapat diterapkan  secara langsung dalam bentuk garam-garam amonium, seperti amoniun nitrat, NH4  NH3. Jika dicampur dengan unsur urea akan menghasilkan nitrogen untuk pupuk.

Bahkan ammonia juga dapat digunakan sebagai bahan peledak komersial. Misalnya trinitroluene (TNT), nitrogliserin dan nitroselulosa. “Bahkan  amonia cair adalah bahan pelarut yang mengandung ammonium hidroksida. Zat ini dapat digunakan sebagai cairan pembersih rumah tangga,” katanya.

Dalam industri tekstil, ammonia digunakan sebagai pembuat serat sintetis. Seperti nilon rayon, misalnya.  Selain itu, amonia juga digunakan sebagai  proses pencelupan dan gerusan dari kapas, wol dan sutra.

“Jadi ammonia itu berfungsi sebagai katalis dalam beberapa resin sintetis. Lebih penting adalah dapat menetralkan asam produk dari penyulingan minyak bumi. Zat ini juga digunakan industri karet, misalnya untuk mencegah pembekuan lateks mentah. Selama latek dibawa dari perkebunan hingga ke pabrik, lateks tidak akan membeku,” ujar Zulkhair.

Zat senyawa amonia ini memang sangat potensial digunakan untuk sejumlah produk berindikasi kimiawi. Bahkan motode yang digunakan untuk memproduksi soda abu, senyawa ammonia digunakan sebabagi fungsi untuk menciptakan kandungan asam nitrat. Tentu melalui proses solvay sehingga ammonia dapat diubah menjadi asam nitrat.

Sebagai satu  unsur portable, amonia juga bisa diurai dengan cara gampang untuk proses metalurgi. Sebab sebagai nitridasi lembaran alloy, mampu mengeraskan permukaan alloy. Karena bisa diurai dengan cara yang mudah, ammonia dapat menghasilkan hidrogen sebagai sumber portable yang nyawan bagi atom hidrogen untuk pengelasan. “Jadi, apabila unsurnya sampai ke titik ukuran 400-700 part per million (ppn) di udara bebas, ia bisa meledak. Memang harus hati-hati dengan amonia,” tutupnya. (anto narasoma)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.