Proyek Saluran Air Primer tak Dikerjakan, Dibiarkan Terbengkalai

CV Ananta Dinilai tak Bertanggungjawab

PALEMBANG, BuanaSumselNews.com – Proyek saluran air primer JalanSakyakirti Musi II Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang,terlantar. Bahkan kondisinya saat ini seperti semak belukar yang sulit dilacak.

Padahal proyek saluran air primer itu menelan anggaran Rp 1,5 miliar dari dana APBD Kota Palembang tahun anggaran 2017. Menurut warga, awalnya proyek saluran itu dikerjakan. Namun karena air pasang dari Sungai Musi sangat besar, pekerjannya dihentikan.

“Anehnya pekerjaan itu tidak dilanjutkan. Sebetulnya kami berharap agar proyeknya segera diselesaikan, tapi harapan itu tak pernah terkabul karena kondisinya dibiarkan terbengkalai,” ujar Sulaiman (42) kepada BuanaSumselNews.com, Sabtu (6/10/2018).

Menurut dia, CV Ananta Palembang yang melaksanakan pekerjaan proyek itu tak bertanggung jawab. Sebab sejak pekerjaan awal dilakukan, kontraktor itu hanya mengeruk tanah tanpa membangun dam cor beton sebagai penahan di antara bibir saluran air primer tersebut. “Namanya saluran air, harusnya dicor agar tidak ambruk,” katanya.

Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang harus bertanggung jawab. Sebab, sejak semula saluran air itu dikerjakan, belum sekalipun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut melakukan pengawasan. “Ini benar-benar merampok uang negara,” tegasnya.

Ketika CV Ananta yang beralamat di Jalan Terpedo I blok N.1 Kompleks Multi Wahana Nomor16 Palembang, namun tidak ditemukan. Bahkan ketika BuanaSumselNews.com melakukan klarifikasi ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kota Palembang, kepala kantornya, Bastari tak ada di tempat. “Bapak taka da di tempat,” ujar seorang staf yang tak bersedia disebut namanya.

Sebagai pemenang tender normalisasi saluran primer (kode lelang 3517251), CV Ananta dinilai tak konsekuen menyelesaikan pekerjaaannya. Sebab proyek APBD tahun anggaran 2017 hingga saat ini terbengkalai. Padahal pagu anggaran yang dikucurkan dari APBD tahun 2017 itu nilainya Rp1.500.000.000.  Sedangkan nilai proyek yang diajukan sebagai pemenang adalah Rp1.499.776.000.

Menurut Sriyanti, warga setempat, masyarakat di sekitar proyek normalisasi saluran primer, nilai proyek di atas satu miliar harus dikerjakan perseroan terbatas (PT). “Lho kok CV yang mengerjakan proyek itu?” katanya seperti bertanya ke dirinya sendiri. (sirlani)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.