R25, Lebih Sporty dan Nyaman Dikendarai

YAMAHA Manufacturing Indonesia kembali memperkenalkan generasi terbaru R25. Mengalami banyak perombakan desain fairing dengan mengubah distribusi bobot. Motor baru andalan Yamaha satu ini terasa lebih handling alias lebih ringan dan stabil. Posisi duduk terasa nyaman dengan desain lebih sporty.

After Sales dan Motorsport YIMM Muhamad Abidin mengatakan, “Yamaha punya resep khusus agar R25 memiliki handling mumpuni yang nyaman untuk di jalan maupun di sirkuit. Salah satunya, dengan mengubah titik berat atau eight balance yang semula 49,3 : 50,7 kini telah diubah menjadi 50:50. “Yang terdahulu belum perfect betul, kini mengalami banyak pengubahan titik berat dengan desain tempat duduk dengan penggunaan upside down,” katanya.

Suspensi upside down memberikan peran soal handling ringan. Karena suspensi upside down memiliki jarak main suspensi agak panjang. Dimensi bisa lebih besar otomatis handling kemudi depan suspensi sangat penting terutama untuk manuver ability. “Ada yang merasakan bahwa motor ini bukan R25,” ujarnya.

Ada perubahan posisi duduk setelah setang diturunkan 20 milimeter dan desain tangki lebih jenong agak melebar. Pengendara memiliki posisi duduk sporty dibandingkan jenis lama. Ditambah lagi, desain fairing lebih meruncing dengan saluran udara di depan mempengaruhi capaian kecepatan meningkat hingga 8 kilometer per jam.

Handling meningkat ditunjang dengan penggunaan ban standar IRS yang memiliki performa sedikit dibawah ban radial. “Tipenya lebih baik dari terdahulu, tapi saya lupa tipenya,” ujarnya.

Yamaha masih percaya dengan mesin lama. Menurut Abidin, mesin Yamaha R25 sangat reliable sejak diluncurkan 2014 lalu nyaris tanpa masalah. Meski pernah mengalami recall untuk memberikan jaminan keselamatan bagi konsumen. Yamaha tidak mencangkokkan VVA dan slipper cluth, Abidin beralasan VVA sangat efektif di mesin bertipe SOHC, sedangkan mesin R25 adalah DOCH.

“Sinkronisasi pemasangan VVA di dua silinder tidak gampang, kedua costnya lebih mahal. Jadi dianggap cukup dengan menggunakan DOHC yang sekarang,” katanya. (adeni)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.