Wagub Harapkan, 100 Siswa Baru SMAN Sumsel Mampu Harumkan Nama Daerah ke Kancah Internasional

PALEMBANG, BuanaSumselNews.com — Tahun ajaran 2018-2019, sekitar 100 orang dari 16 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, diterima sebagai siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sumatera Selatan. Diterimanya mereka sebagai siswa di sekolah itu, setelah sebelumnya mengikuti serangkaian tes penerimaan peserta didik baru.

Terkait acara inaugurasi angkatan ke-10 tahun ajaran 2018/2019 tersebut, hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Mawardi Yahya. Di kesempatan itu, Mawardi mengucapkan selamat kepada 100 siswa baru.

Ia berharap agar SMAN Sumsel semakin maju. Sedangkan alumninya dapat berkontribusi dalam pembangunan di Sumsel dan Indonesia secara keseluruhan. “Bagi tamatan SMP tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke SMAN Sumsel. Apabila ada perubahan mengenai bagaimana membina mental peserta didik, para pendidiknya harus senantiasa rendah hati. Ini tentu dapat dimaklumi oleh bapak dan ibu semua,” ujar Mawardi dalam sambutannya, kemarin (Rabu,10/10/2018).

Sementara itu, Kepala SMAN Sumsel, M Ridwan Aziz MPd, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya yang bersedia menyaksikan diinaugurasi siswa barunya tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas perhatian luar biasa yang diberikan terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMAN Sumsel,” ujar Ridwan.

Ia juga menyatakan selamat bergabung menjadi bagian dari SMAN Sumatera Selatan. Dari 1000 pendaftar, yang terpilih hanya 100 calon pemimpin bangsa. Menurut Ridwan, untuk membahagiakan orangtua, sekolah dan provinsi, ada di pundak para peserta didik tersebut. “Kami berharap agar keseratus anak didik baru ini dapat mengharumkan nama Sumsel ke kancah nasional hingga internasional,” ujar Ridwan, berpesan.

Hingga pengujung acara, pengukuhan itu berjalan khidmat. Air mata haru menetes dari para siswa, orangtua dan tamu undangan. Bahkan yang hadir menyaksikan peluk dan tangis tanda rasa syukur dan kasih sayang tulus dan ikhlas pada acara pelantikan yang dinanti-nantikan seluruh keluarga besar SMAN Sumatera Selatan.

Ikuti MPLSA
Sementara itu, sebelum dikukuhkan, para siswa dibekali pengetahuan tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLSA) dan Foundation Study Program selama enam hari, dari 16-21 Juli 2018.

Selama MPLSA, para siswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan asrama. Tujuannya agar para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang akan mereka tinggali selama tiga tahun.

Pada MPLSA , para siswa dididik mengenai kedisiplinan dan bekerjasama dengan TNI AU. Sedangkan Foundation Study merupakan masa pembekalan terhadap siswa baru mengenai dasar-dasar pembelajaran yang diterapkan di SMAN Sumatera Selatan. Selain itu siswa juga diajarkan mengenal simulasi bencana, seperti kebakaran.

Mereka bekerjasama dengan Badan Search And Rescue Nasional (BASARNAS). Setelah mengikuti beragam kegiatan awal tahun tersebut, akhirnya 100 siswa baru SMAN Sumatera Selatan menjalani pengukuhan (inauguration) di Amphitheater SMAN Sumatera Selatan.

Seremoni pengukuhan itu dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Mawardi Yahya, Asisten III, pejabat Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, komite sekolah (school boards), orangtua siswa baru dan school partners lainnya.

Pada seremoni pengukuhan ini, SMAN Sumatera Selatan menghadirkan satu alumni untuk memberikan testimoni sebagai motivasi kepada siswa baru agar semangat belajar demi meraih cita-cita. Testimoni kali ini diberikan Irfan Kesumayadi, yang merupakan alumni angkatan ke-6. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro jurusan Kedokteran dan tercatat sebagai penerima beasiswa bibit unggul dari Kemendikbud RI.

Ketika masih menjadi siswa di SMAN Sumatera Selatan, Irfan Kesumayadi merupakan siswa berprestasi dan pernah menyumbang medali perak pada ajang Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tahun 2016 serta mengharumkan nama Indonesia di Internasional dengan meraih Honorable Mention pada ajang MOSTRATEC (Mostra Internacional de Ciencia e Tecnologia) di Brazil tahun 2016.

Selain itu, perwakilan siswa dan orang tua juga menyampaikan testimoninya. Kali ini testimoni dari siswa diwakili Mutiara Khusnul Hatimah yang berasal dari Kota Palembang. Sedangkan testimoni orangtua diwakili Effendi, orangtua Tirani kelas X IPS. Effendi berprofesi sebagai penarik becak dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) dan memiliki dua anak. Effendi kerap mengantar barang dengan becak di malam hari ke pasar induk. Karena itu Tirani merupakan harapan keluarganya untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. (hasan basri)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.